Pages

Showing posts with label materi. Show all posts
Showing posts with label materi. Show all posts

25/10/2015

Plastik Procect 3

Plastik sudah menjadi bagian hidup sekarang ini. Berbagai macam penggunaan plastik mulai dari untuk pembungkus makanan, bahan kecantikan, alat-alat rumah tangga sampai alat dan perangkat elektronik. Sifat plastik yang mudah dibuat, ringan praktis dan murah menjadi salah satu pertimbangan besarnya penggunaan barang berbahan plastik ini. 

Plastik terbuat dari bahan kimia polimer dan tidak dapat terurai ketika dibuang dan dikubur. Ketika plastik dibakar maka akan memancarkan zat kimia berbahaya yang berdampak buruk pada lingkungan. Oleh karena itulah, proses daur ulang plastik dikembangkan.

Daur ulang plastik

Daur ulang berarti membuat produk baru dari bahan sampah. Dibandingkan dengan bahan lain seperti kaca dan logam, daur ulang plastik lebih mahal dan rumit. Hal ini dikarenakan bahan polimer dalam plastik. Berbagai jenis plastik tidak dapat dicampur bersama-sama dalam proses daur ulang.

Daur ulang plastik mengacu pada pengumpulan benda-benda plastik yang tidak berguna dan mengolah ulang untuk bisa digunakan lagi dalam bentuk baru yang berbeda. Sampah plastik yang dikumpulkan dari perkotaan yang padat, dikirim ke tempat daur ulang atau reklamasi. Di sini bahan-bahan plastik akan dibersihkan dari kotoran kemudian dicuci dan dihancurkan menjadi serpihan kecil. Proses yang sering digunakan adalah proses polimerisasi dimana zat polimer dalam plastik diubah menjadi monomer. Zat kimia ini kemudian dimurnikan dan disintesis untuk membentuk bahan plastik baru. Keuntungan besar dari teknik ini membuat semua jenis plastik bisa didaur ulang. Serpihan yang dilebur hingga meleleh akan membentuk butiran yang nantinya dikirim ke pabrik di mana produk-produk baru akan dibuat

Manfaat daur ulang plastik :

  1. Manfaat pertama dan terpenting dari daur ulang plastik adalah erat hubungannya dengan sumber energi minyak bumi yang tergolong langka. Sejumlah besar minyak bumi ini diperlukan sebagai bahan bakar untuk membuat produk plastik baru (bukan plastik dari hasil daur ulang). Konsumsi minyak bumi ini dapat dikurangi sampai sekitar 40% jika membuat produk plastik dari hasil plastik daur ulang.
  2. Manfaat yang kedua ini masih berhubungan dengan yang pertama di atas. Proses pembuatan plastik dari hasil daur ulang akan mengurangi emisi gas rumah kaca. Hal ini karena penggunaan bahan bakar untuk proses pembuatan plastik dari hasil daur ulang lebih sedikit dibandingkan dengan membuat plastik baru.
  3. Manfaat yang ketiga adalah menghemat ruang dari TPA. Bisa dikatakan bahwa satu ton plastik menghabiskan tempat sekitar 7,5 meter kubik.
  4. Salah satu manfaat yang penting dari daur ulang kantong, botol, dan alat yang terbuat dari plastik adalah mencegah kematian binatang, termasuk makhluk air akibat menelan plastik. Bahan kimia dalam plastik juga dapat mencemari tanah dan air.

Daur ulang satu ton plastik dapat menghemat energi yang digunakan oleh dua manusia dalam setahun dan air yang diperlukan oleh satu orang untuk waktu dua bulan. Hal ini juga menghemat sekitar 1 ton minyak bumi. Singkat cerita, daur ulang plastik bermanfaat dalam segala hal.

Berikut, contoh kerajinan tangan yang terbuat dari plastik (daur ulang).

1. Botol


2. Sedotan


3. Bungkus makanan dan semacamnya



Sumber : 
http://sarungpreneur.com/kerajinan-tangan-dari-barang-bekas-yang-mudah-dibuat/

https://april2404.wordpress.com/bahaya-dan-manfaat-plastik/

http://www.wedaran.com/6963/daur-ulang-plastik-dan-manfaatnya/

Google Images : 'kerajinan tangan plastik'

13/09/2015

Batik Jumputan (Teknik Celup Ikat/Tie Dye) Project 2




Pengertian

Batik Jumputan adalah batik yang dikerjakan dengan cara ikat celup, di ikat dengan tali di celup dangan warna. Batik ini tidak menggunakan malam tetapi kainnya diikat atau dijahit dan dikerut dengan menggunakan tali. Tali berfungsi sama halnya dengan malam yakni untuk menutup bagian yang tidak terkena warna.


Sejarah

Kata jumputan berasal dari bahasa Jawa. Menjumput berarti memungut atau mengambil  dengan semua ujung jari tangan. Menurut sejarah, teknik celup ikat berasal dari tiongkok, teknik ini kemudian berkembang sampai ke India dan wilayah-wilayah nusantara. Teknik celup ikat diperkenalkan ke nusantara oleh orang-orang India melalui misi perdagangan. Teknik ini mendapat perhatian besar terutama karena keindahan ragam hiasnya dalam rangkayan warna warni yang menawan. Penggunaan teknik celup ikat ini antara lain ada di Sumatra, khususnya Palembang, Kalimantan Selatan, Jawa dan Bali.

Dalam proses pewarnaan batik jumputan, jaman dahulu zat pewarna yang digunakan berasal dari alam. Namun dengan berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi zat pewarna alami mulai di tinggalkan hal ini terjadi terutama karena pewarna sintesis memiliki jumlah warna yang hampir tak terbatas, disamping itu juga, proses pewarnaan alam juga lebih rumit dari pewarna sintesis. Meskipun demikian, keduanya memiliki keunggulan masing-masing.


Alat dan Bahan

·      -Tali, benang, karet, berfungsi sebagai alat pengikat bentuk-bentuk tertentu pada latar kain yang akan merintangi dan menghambat teresapnya warna pada bagian-bagian tersebut. 
·        - Kain, sebagai bahan utama.
·        - Kerikil, kelereng, biji-bijian, kayu, plastik, dan jatim jahit, sebagai alat pendukung pembentuk motif.
·         -Pewarna tekstil sintetik atau alam.
·         -Baskom, mangkuk, ember, botol, sebagai alat proses pewarnaan. 


Proses Pembuatan

a. Pembuatan corak

1) Teknik jumputan, dilakukkan dengan memegang permukaan kain dengan ujung jari. Setelah itu, permukaan kain tersebut diikat dengan kuat. Cara mengikatnya dilakukan dengan ikatan datar, miring, dan kombinasi.

2) Teknik lipat, gulung, dan jelujur, dilakukan dengan cara meliputi, menggulung, atau menjelujur/menjahit kain. Setelah itu, kain ditarik samnpai terkumpul, lalu diikat hingga kencang.
Pada saat mengikat, jalinlah kain dengan kuat sehingga membentuk corak yang optimal. Untuk mendapatkan corak tertentu, bagian pada latar kain diisi dengan kerikil atau biji-bijian, selanjutnya bahan-bahan pendukung ini memudahkan zat warna masuk kedalam pori-pori kain. Setelah semua rancangan diikat, kain siap diwarnai, yaitu dengan cara dicelup.

Teknik jahit yang digunakan dalah jahit jelujur dengan jarak yang tidak terlalu rapat. Seluruh corak dijahit di bagian pinggirnya dengan satu jahitan atau lebih. Setelah seluruh corak dijahit, benang ditarik dengan kuat hingga permukaan kain mengkerut, rapat, dan padat. Kekuatan menarik benang ini perlu diperhatikan karena menentukan kualitas corak yang dihasilkan. Efek kerutan akan muncul membentuk corak yang sangat menarik. Penggambaran corak dilakukan terlebih dahulu diatas kertas, kemudian dibuat polanya di atas karton tebal. Corak ini kemudian digambar di atas kain berdasarkan pola dari karton tebal.


b. Pewarnaan

1) Pencelupan, dilakukan dengan cara memasukan seluruh bagian kain yang telah diikat kedalam larutan warna. Apalagi jumlah warna yang diinginkan lebih dari satu, pencelupan perlu dilakukan berulang-ulang untuk mendapatkan jumlah warna yang diinginkan. Namun sebelum sebelum pencelupan berikutnya, kita harus menutup bagian kain tertentu dengan bahan penutup pendukung seperti plastik atau bahan lentur lain yang kedap cairan.
Dengan teknik ringtang melalui ikatan dan jahitan akan muncul corak yang beragam. Pada saat mencelup janngan llupa menggunakan sarung tangan plastik, agar racun yang terkandung dalam zat pewarna tidak meresap ke dalam tubuh melalui pori-pori tangan.

2) Colet, Colet adalah cara memberi warna pada bagian-bagian tertentu di permukaan kain. Alat yang digunakan adalah kuas. Pencoletan biasanya dilakukan untuk mewarnai bagian corak yang kecil atu terlalu sedikit bila harus dicelup. Pada umumnya teknik pewarnaan pada ikat-celupsering dilakukan dengan memadukan colet dan celup untuk mendapatkan kain dengan corak yang kaya warna.

3) Penyelesainan akhir, setelah proses pewarnaan selesai, kain direndam dalam larutan pengikat warna agar tidak mudah luntur. Kemudian kain dicuci dan ditiriskan. Setelah itu diangin-anginkan sampai kering. Tujuannya adalah untuk menghentikan proses perembesan zat warna kedalam lekukan kain.

Baju 

Taplak Meja

Tas


Cr: Google '-'